Kamis, 12 Januari 2017


9 Rekomendasi Setting Untuk Kamera DSLR/Mirrorless Baru


Dalam artikel ini, kita akan membahas dan merekomendasikan beberapa setting kamera DSLR/Mirrorless  dasar yang akan memudahkan anda.

1. Kartu Memori

Segera setelah anda membuka kemasan, masukkan kartu memori ke kamera DSLR/Mirrorless anda. Format kartu memori tersebut agar bekerja secara serasi dengan manajemen file yang ditentukan oleh masing-masing kamera.
Slot kartu memori nikon
Masuklah ke menu utama kamera, kemudian cari perintah format. Di Nikon D5500 misalnya, anda masuk ke Menu >> Setup Menu >> Format. Sementara di Fuji X-E2 and pencet Menu OK >> geser ke bawah di Setup Menu 3 >> Format.

2. Tentukan Ukuran Dan Kualitas Gambar

Karena kamera anda sekarang cukup “serius”, ada baiknya manfaatkan sebaik-baiknya untuk menghasilkan foto dengan kualitas terbaik yang ada. Gunakan format JPEG dengan kualitas tertinggi (Extra Fine atau Highest Quality) dengan ukuran file Large.
Canon 100d menu qual
Jika tertarik dengan format RAW yang menyimpan informasi foto yang lebih banyak, anda juga bisa menggunakannya. Pastikan anda paham beda antara file foto dengan format JPEG vs RAW. Saat memakai format RAW, pastikan komputer anda memiliki perangkat lunak dan spesifikasi yang mencukupi untuk membaca dan konversi RAW ke format standar.

3. ISO

Setelan ISO di kamera menentukan berapa banyak cahaya uang dibutuhkan kamera untuk memproduksi foto.
ISO tinggi seperti 6400 berguna saat anda memotret di tempat dengan cahaya yang remang namun beresiko menghasilkan foto dengan bintik/noise. Sementara ISO rendah seperti 100 atau 200 menghasilkan foto tanpa noise yang lebih jernih dan dengan kualitas terbaik namun membuat foto rentan blur saat anda memotret di dalam ruangan.
Untuk tahap awal penggunaan, setelan ISO terbaik yang bisa anda pilih adalah Auto.

4. White Balance

Dial nikon d800
Setelan white balance kamera memengaruhi akurasi warna foto. Sebagaimana di bahas dalam artikel mengenai white balance ini, warna kulit atau warna baju mungkin akan tampak aneh saat kamera menggunakan white balance yang tidak pas.
Untungnya, kamera saat ini sudah amat canggih sehingga jarang meleset. Gunakan setelan auto white balance sebagai awalan sembari bereksperimen dengan setelan white balance yang lain.

5. Metering

Setelan metering menentukan bagaimana kamera mengukur cahaya yang dipantulkan objek lalu bagaimana mereka menghasilkan kombinasi shutter speed dan bukaan lensa yang sesuai hasil pengukuran tadi.
Di saa-saat awal menggunakan kamera DSLR/Mirrorless baru anda, pergunakan mode metering Evaluative (Canon) atau Matrik (Nikon). Sesuai penambahan jam terbang bersama kamera anda, mulailah gunakan mode metering yang lain sesuai kondisi pemotretan dan objek yang anda foto: center weighted, spot dan lainnya.
Pilihan-pilihan mode metering bisa anda pahami lebih rinci dalam artikel Memahami Mode Metering Kamera DSLR.

6. Fokus

Lensa di kamera yang anda pakai bisa secara otomatis mencari fokus dengan memanfaatkan sistem autofokus kamera atau secara manual dengan memutar cincin fokus di lensa.
Di tahap awal ini, manfaatkan sistem autofokus (AF) kamera dan gunakan mode Single AF (One Shot AF atau Single Area AF). Dalam mode ini, lensa akan mengunci fokus pada satu titik yang telah anda tentukan saat anda memencet tombol shutter separuh. Gunakan titik tengah fokus dan mulailah berlatih agar tangan anda lincah mengubah-ubah titik fokus.
Panel lcd
Pilihan mode AF yang lain misalnya AI-Servo atau AF-C bisa anda pakai saat anda akan memotret anak yang terus berlarian. Pembahasan mengenai mode autofokus bisa anda baca di sini.

7. Drive Mode

Drive mode kamera menentukan kecepatan kamera dalam mengambil eksposure. Mode Single Shot cocok dipakai dalam mayoritas kondisi pemotretan dan objek foto sehari-hari. Set kamera di mode ini saat anda pertama menggunakannya. Dalam mode ini, setiap kali kita memencet penuh tombol shutter, kamera akan membuat foto.
Mode lain yang tersedia adalah Continuous Mode, berguna saat memotret objek bergerak. Kamera akan terus menerus membuat foto begitu kita memencet penuh tombol shutter, mode berondongan kata para fotografer senior. Ada juga mode Delay atau Remote yang bisa dipakai dalam kondisi lain. Baca lebih jauh tentang Drive Mode di artikel ini.

8. Mode Eksposure

Ada dua mode yang cukup bersahabat untuk pemilik kamera baru: Mode Auto, Scene dan Mode Program. Dalam kedua mode ini, kamera menentukan semua atau sebagian besar setelan kamera sehingga anda bisa berfokus mengambil gambar.
Sayangnya saat kamera berada dalam kedua mode tersebut, banyak parameter yang di matikan kamera. Di hari pertama, sah-sah saja anda menggunakan salah satu dari 3 mode tersebut.
Selanjutnya, mulailah menggunakan Aperture Priority maupun Shutter Priority. Dan silakan juga mulai bereksperimen dengan mode Manual. Baca kembali mengenai Mode Ekpsoure Kamera.

9. Bagaimana Agar Hasil Foto Tajam ?

Salah satu pertanyaan terbanyak yang masuk ke halaman kontak adalah kenapa foto yang dihasilkan tetap blur, tidak tajam. Pastikan anda membaca 20 Trik Agar Foto Tajam 

Sumber: http://belfot.com/9-rekomendasi-setting-kamera-dslr-mirrorless-baru/

Cara Rendering Video Pada Premiere Pro Menggunakan Adobe Encoder

Rendering pada Adobe Premiere Pro mungkin sedikit akan sulit kita lakukan terutama bagi para pemula, karena sangat banyak istilah yang tidak kita mengeri. Nah, tetapi buat teman-teman semuya, gak pertu takut, karena Adobe sudah dari awal menyiapkan sebuah Aplikasi untuk mempermudah dalam proses render dari Adobe Premiere.

Namanya adalah Adobe Encoder. Adobe Encoder mempermudah kita dalam menentukan hasil rendering atau format video yang kita inginkan. Semua settingan yang kita inginkan sudah ada di dalam Adobe Encoder, tinggal kita pilih saja sesuai dengan keinginan kita. Settingan tersebut, tinggal kita terapkan pada file editing yang ingin kita render, sehingga kita tidak perlu lagi mengatur settingan-settingan video yang tidak kita mengerti apa saja fungsi-fungsinya.
Untuk bisa merender menggunakan Adobe Encoder, teman-teman harus pastikan dulu apakah Adobe Encoder sudah terinstall pada komputer. Biasanya Adobe Encoder pasti akan kita dapatkan pada paket Install Adobe Master Collection. Jika belum ada, teman-teman bisa download dulu Adobe Encodernya di Internet.

Berikut ini, akan saya ajarkan langkah-langkah merender dari Adobe Premiere Pro, dengan menggunakan Adobe Encoder. Langsung saja disimak yah teman-teman....

Langkah pertama adalah, pastikan dulu semua editing sudah kita selesaikan, dan video yang sudah kita edit sudah siap di render. Kemudian, teman-teman klik File > Export pada Adobe Premiere.
Cara Rendering Video pada Premiere Pro Menggunakan Adobe Encoder


Nah, akan keluar sebuah window, dimana kita bisa mengatur pengaturan untuk rendering yang kita inginkan. tetapi tidak perlu teman-teman hiraukan, teman-teman tinggalkan saja, langsung klik pada bagian bawah yaitu "Queue".
Cara Rendering Video pada Premiere Pro Menggunakan Adobe Encoder


Kita akan dibawa ke window dimana akan terbuka sebuah aplikasi baru yang dinamakan Adobe Encoder, yang merupakan aplikasi yang terpisah dari Adobe Premiere Pro. Tinggal teman-teman ikutin caranya :
Cara Rendering Video pada Premiere Pro Menggunakan Adobe Encoder

1. Pilih format video yang teman-teman inginkan. Misalnya biar tidak pusing dan hasilnya sudah pasti baik, saya pilih untuk Web Video.
2. Kemudian pilih Youtube.
3. Kemudian saya memilih Youtube 720HD yang mempunyai resolusi 1280x720. Untuk kualitas atau resolusi video, bisa teman-teman pilih selain yang 720HD, karena ada juga yang 1080HD dengan resolusi 1920x1080 (disesuaikan dengan format video aslinya)
4. Drag settingan yang sudah teman-teman pilih pada bagian kanan, kebagian kiri, atau bagian video kita dengan klik pada mouse kemudian tarik ke bagian yang ditujukan pada nomor 4. Settingan nya akan berubah menjadi seperti gambar, yaitu H.264 Youtube 720 HD.
5. Setelah itu, tinggal di Start saja renderingnya. Tunggu hingga selesai, dan silahkan dilihat hasilnya.
Itu tadi tutorial tentang Cara Rendering Video pada Premiere Pro Menggunakan Adobe Encoder. Selamat mencoba dan semoga tutorial ini bermanfaat buat teman-teman semua. Sampai jumpa di tutorial dan artikel lainnya, dan teruslah berkarya.


10 Trik Membuat Video Amatir Terlihat Profesional

Ada sebuah ungkapan yang berbunyi, “Every pro was once an amateur”. Ungkapan tersebut memiliki makna bahwa semua orang yang sudah profesional pada bidang apapun, pada mulanya mereka adalah seorang amatir. Gue pribadi setuju banget dengan quote ini. Tekun menjadi kunci utama bagi seseorang agar bisa mencapai level profesional. Namun, ada hal lain yang dapat membuat seseorang mencapai level profesional lebih cepat dan efisien, yaitu kreativitas.
Bagi kamu yang suka membuat sebuah karya sendiri, baik film dokumenter ataupun video amatir, gue bakal kasih tahu beberapa trik agar hasil videomu bisa terlihat profesional. Karena bagi gue, lebih baik menjadi seorang profesional daripada membuat karya hanya untuk sekedar ‘terlihat’. Socheck this out!
Trik 1: Gunakan Lighting
1
Gunakan lighting atau pencahayaan yang tepat agar video bisa terlihat lebih baik. Kalian bisa membeli lighting atau membuatnya sendiri.
Trik 2: Manfaatkan Cahaya Matahari
2
Kalau ingin lighting gratis, manfaatkan cahaya matahari untuk pencahayaan. Seperti saat “golden hour”,  yaitu waktu tepat untuk memotret atau merekam video dengan kondisi pencahayaan terbaik. Memotret pada momen “golden hour” dapat menghasilkan bayangan objek terlihat lebih halus. Jika masih ada bayangan yang tidak diinginkan, kamu bisa gunakan benda apapun yang berbentuk flat berwarna putih atau mengkilap. Benda tersebut membantu memantulkan cahaya matahari pada objek yang akan kamu rekam agar pencahayaannya terlihat merata.
3
33
Trik 3: Atur Pencahayaan dengan Software Editing
4
Jika masih saja sulit mendapat cahaya yang bagus untuk video, kamu bisa memanfaatkan “color correction” di software editing yang kamu pakai.
5
Trik 4: Buat Tripod Sederhana
6
Jika kamu tidak memiliki tripod untuk men-stabilize kamera, coba buat tripod sendiri. Caranya gampang banget! Coba pasangkan sekrup pada lubang sekrup yang terdapat di bagian bawah kamera, lalu ikatkan tali pada sekrupnya. Setelah itu, atur ketinggian kamera yang diperlukan sambil menginjak kedua sisi bawah tali agar kamera bisa stabil.
7 8
Trik 5: Stabilize Your Camera
9
Terlalu banyak gunjangan pada video membuat sebuah video terlihat amatir. Untuk meminimalisir terjadinya gunjangan pada video, kamu bisa mengatur speed video dengan cara memperlambat videonya.
Trik 6: Mainkan Frame Video
10
Rekam video dengan resolusi yang lebih tinggi dari yang kalian butuhkan. Misalnya, kamu akan membuat video dengan resolusi 720p, maka rekamlah video dengan resolusi 1080p. Dalam proses pengeditan, nantinya kamu bisa memanfaatkan zoom in dan zoom out agar video terlihat seperti direkam dengan dua kamera tanpa merusak kualitas video.
Trik 7: Merekam Kedalaman Objek
11
Lensa kamera yang standard terkadang sulit untuk menangkap kedalaman objek. Cara mengakalinya adalah dengan cara merekam objek full zoom-in kamera dan mem-blur-kan bagian background-nya.
Trik 8: Audio Replace
12
Sayangnya, trik nomor 7 membuat suara yang ditimbulkan objek tidak terekam dengan jelas. Solusinya, lakukan 2 kali rekaman! Cobalah merekam objek dari dekat dengan maksud mengambil suaranya saja, lalu rekam kembali objek dari jauh untuk mengambil gambar yang dibutuhkan. Pada saat editing, isi audio dari video rekaman yang diambil dalam jarak dekat untuk dimasukkan ke dalam video yang diambil dalam jarak jauh.
Trik 9: Gunakan Noise Filter
13
Meskipun kamu mengambil video yang cukup jauh di dalam ruangan yang sunyi, suara yang dihasilkan tetap akan menimbulkan noise jika dalam pengeditan volumenya dinaikkan. Cara mengatasi noise tersebut adalah dengan menggunakan noise filter yang sudah tersedia di software editing seperti Adobe Premiere, Adobe Audition, Adobe Soundbooth dan Final Cut Pro X.
Trik 10: Dubbing
14
Jika suara rekaman masih saja sulit terdengar atau terlalu banyak noise-nya, kamu bisa melakukan dubbing pada video tersebut. Memang sedikit ribet namun cara tersebut cukup efektif untuk mengatasi masalah audio yang sulit terdengar atau terlalu banyak noise.
Itu dia 10 trik dari gue untuk membuat video yang amatir terlihat lebih profesional. Oh iya, 10 trik ini terinspirasi dari Youtubers dengan nama channel Indy Mogul. Thanks Indy Mogul

Sumber : disini


Dasar Tools Adobe Premiere Pro


Belajar adobe premiere
Adobe Premiere adalah salah satu software yang popular dan digunakan secara luas dalam pengeditan video. Ada antarmuka yang sama dengan Adobe PhotoShop Adobe Premiere dan Adobe After Effects adalah untuk memberikan kemudahan dalam penggunaan, gambar-gambar dapat dibuat dengan Adobe Photoshop dan efek-efek khusus juga dapat disiapkan dari adobe after effect. Pada artikel ini saya akan menjelaskan Fungsi Tool yang ada di adobe premiere. 

        Adobe Premiere merupakan program yang sudah umum digunakan oleh rumah-rumah produksi, televisi dan praktisi di bidangnya. Keuntungan belajar melakukan edit video menggunakan Adobe Premiere adalah program ini mudah dipelajari dan dalam waktu singkat. Anda dapat mencapai tingkat mahir walaupun sekarang masih pemula. Jika tertarik, Anda dapat memperoleh panduan dan tutorialnya di sini.

        Fungsi utama Premiere Pro lebih efektif lagi untuk merangkai gambar, video dan audio, bukan untuk animasi. Agar penampilan multimedia anda lebih menarik, sebaiknya dipelajari pula software animasi dan grafis lain seperti 3D Studio Max, After Effects, Adobe Photoshop dan utility multimedia lainnya.

Tool pada Adobe Premiere 


     Toolbox berisi alat-alat yang digunakan untuk mengedit klip pada timeline. Klik pada salah satu tombol (atau menggunakan cara pintas pada keyboard) untuk memilih setiap alat. Alat default adalah alat seleksi pada time line.
    Bila kita memilih alat pointer mouse biasanya akan berubah menjadi sebuah ikon baru untuk mewakili alat ketika selama kursor pada panel timeline. Dalam beberapa kasus, anda dapat mengubah fungsi alat dengan menekan tombol pengubah seperti tombol Shift.
      Untuk lebih jelasnya tool atau alat yang di gunakan untuk proses pengeditan pada timeline Adobe Premiere saya akan menguraikan satu persatu tool atau alat beserta dengan shortcoutnya pada keyboard.


ButtonKeyboard
Shortcut
Description
SelectionVSelection tool
Tool dafault/ alat default, di gunakan untuk alat memilih dan menggeser clip pada timeline.
Track SelectMTrack Select tool
Pilih semua klip di trek dari suatu titik tertentu, atau pilih beberapa track.
Ripple EditBRipple Edit tool
Penyesuaian titik edit dan memindahkan klip lainnya dalam timeline untuk agar seimbang.
Rolling EditNRolling Edit tool
Menyesuaikan titik edit antara dua klip tanpa mempengaruhi sisa timeline.
Rate StretchXRate Stretch tool
Mengubah durasi klip sekaligus mengubah kecepatan untuk kompensasi.
RazorCRazor tool
Memotong Clip pada time line.
SlipYSlip tool
Memindahkan klip dalam dan keluar poin dengan jumlah yang sama secara bersamaan, sehingga sisa timeline tidak terpengaruh.
SlideUSlide tool
Memindahkan klip bolak-balik dalam timeline, sementara secara bersamaan menyesuaikan klip berdekatan dengan kompensasi.
PenPPen tool
membuat kontrol (jangkar) poin..
HandHHand tool
Tarik tampilan timeline kiri dan kanan.
ZoomZZoom tool
Klik pada timeline untuk memperbesar tampilan, atau tarik dan pilih area persegi untuk memperbesar ke arah tertentu.



Sumber ; Samudra Tutorial

Edit Masal dengan sync

Adobe Lightroom
Lightroom mungkin aplikasi foto editing yang paling banyak digunakan saat ini. Bagaimana sih cara mengedit foto secara massal menggunakan Lightroom? Ternyata mudah saja.
  1. Import foto-foto yang ingin diedit ke dalam lightroom
  2. Pilih semua foto lalu klik “Develop” di bagian kanan atas
  3. Editlah foto sesuai dengan keinginan kamu melalui opsi-opsi dan slider yang ada di pane bagian kanan.
  4. Setelah merasa puas, klik “Sync…”
  5. Kotak Sialog Synchronize Settings muncul, klik tombol “Synchronize” maka semua foto akan memiliki settingan yang sama


klik untuk download lightroom


TUTORIAL EDIT DENGAN LIGTHROOM

Bagi para photographer, hal yang paling memakan waktu lama adalah edit photo setelah melakukan photo, namun bagi photographer profesional hal ini bukan masalah baginya, karena jepretan kamera mereka jauh lebih baik dari hasil editan...
Jadi bagi pemula edit photo merupakan hal yang memakan waktu, apalagi dengan photo yang jumlahnya berkisar 100an
Nah sekarang saya perkenalkan Adobe Lightroom yang sering di gunakan profesional dengan mudah, dan hasilnya sangat bagus!!!
Silakan download bagi yang belum punya
Download
setelah mendownloadnya buka lightroom kalian.
tampilan yang muncul akan seperti ini, jadi jangan bingung harus berbuat apa.










selanjutnya fokus ke pilihan LIBRARY
fungsinya untuk import photo yang akan di edit






tarik foto kalian yang akan di edit ke dalam kotak besar yang kosong di tengah-tengah tampilan utama

maka akan tampil seperti contoh berikut:

Kemudian klik import untuk memasukan photo






setelah di import, klik tulisan DEVELOP untuk editingnya
dan gunakan semua dengan hanya menggeser ke kanan dan ke kiri setiap pilihan editing
























untuk mengexport photo kalian yang sudah di edit, tekan "Ctrl+shift+E"
kemudian pilih lokasi file akan di export lalu klik export,



















Dan lihatlah hasilnya.............

(disarankan untuk mengedit file dengan format RAW karena akan lebih Mantap Hasilnya)

apabila mau ditanyakan silakan email, atau komentar di bawah ini